dan aku cukup menikmatinya. dulu, hari-hari yang kurasa cepat berganti menjadi seakan lebih lambat akan sosok orang itu.
Intinya,
aku selalu memikirkannya, hehe...
Dan jika kugambarkan, tiap harinya ibarat permen nano-nano yang memiliki banyak rasa. Seperti diriku, yang mengalami dinamika sesuai kondisi (Bukan labil lho)...
Disela-sela kesibukanku yang super padat ini, aku masih menyempatkan diri untuknya :) , di saat aku mengerjakan laporan PKL, masih sempat terfikir jika kangen sama dia. Di tengah sampling penelitian, aku masih saja khawatir akan keadaannya disana.
Jadi mau tidak mau, memang selalu memikirkannya.
Aku ini baru awal, jika diumpamakan seperti keripik maicih yang levelnya masih 2 atau 3. Nanti akan menemukan ujian lagi yang jauh lebih besar. Sempat aku protes terhadap Tuhan, kenapa setelah aku siap membuka hati lagi langsung diberikan ujian yang lumayan seperti ini. Tetapi setelah difikir-fikir, itulah rahasia Tuhan, dan pasti ada hikmah dibalik itu semua. I believe that , God.
Aku tahu, aku harus bisa mengimbanginya dan menjadi emulsifier dalam kehidupannya. Ibarat medan magnet, jika dia kutub positif nya, maka aku harus menjadi kutub negatif. Aku menyesuaikan.
Dia yang cuek, dan aku berusaha take care ke dia.
Dia yang pendiem, aku lebih ke banyak omongnya.
Dia yang ...
Dia yang...
Ah, dan Aku...
Aku mengerti dia, karena aku sayang sama dia.Mungkin akhir-akhir ini aku sering sekali mengganggu dia, entah itu mengirimkan sms-sms ga jelas, telpon dia pas jam kerja, mengganggu tidur malamnya, dan masih banyak lagi. Aku hanya ingin memberikan perhatianku ke dia, sebelum aku disibukkan dengan kuliah dan kegiatanku diluar sana.
Sebab nanti jika aku sudah mulai kembali beraktifitas menjadi wonder woman, aku mungkin agak sulit memberikan itu semua.
Maaf . . ., aku baru belajar memahami orang. dan aku mengakui itulah kekuranganku, yaitu tidak memahami orang yang tidak aku anggap sebagai orang spesial. Jadi aku yang dulu hanya mau mengerti keluargaku, teman-teman terdekatku. Orang-orang yang "tidak kuanggap" inilah yang berusaha untuk memahamiku dulu, baru setelah itu aku memahami mereka.
Kalian tahu kenapa ?
Karena ini pertama kali aku merasakan feel dan taste yang berbeda. Di umurku yang hendak menginjak 21 tahun ini, hanya dia yang bisa membuatku menjadi seseorang yang berbeda. Berbeda bukan berarti aku menghilangkan jati diri, tapi yang kutemui ketika bersama dia itu, aku menjadi seperti seorang wanita yang seperti baru mengenal cinta.
Aku pernah jatuh cinta, tapi aku susah untuk jatuh cinta.
dan jika bersama dia, aku seperti gadis kecil yang lagi mengalami fall in love untuk pertama kalinya. Bisa dibayangkan kan bagaimana konyolnya ketika kalian jatuh cinta untuk pertama kali ?
nah, itu yang kurasakan sekarang :)
gara-gara dia juga, aku menonaktikan prinsipku tentang : I Say no to LDR.
dan sekarang berganti menjadi : I Try to LDR
awsome..
Kemana aku yang dulu ? yang gigih terhadap prinsip-prinsipku ?
Aku tidak tau sampai kapan aku belajar,
yang jelas, keinginanku nanti:
1. menjadi satu-satunya orang yang benar-benar paham tentang kakak
2. menjadi satu-satunya orang yang bisa mengerti kakak
3. Menjadi satu-satunya....
4. hanya satu...
semoga hatiku dan diriku ini bisa diajak kompromi untuk tetap kuat. Kuat menghadapi segala sesuatu yang terjadi entah itu kemungkinan terbaik maupun kemungkinan terburuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar