Kamis, 22 Maret 2012

I LOVE UNDIP AND I PROUD

22 Maret 2012,
Rabu pagi nan cerah

saya diantarkan oleh saudara saya untuk mengantarkan sampel penelitian untuk proyek saya di LPPT UGM. 
Ketika sampai diwilayah UGM, sengaja saya menyuruh saudaraa  untuk meninggalkan saya, karena benar-benar pada moment itu saya ingin menikmati kesendirian dan merasakan independent yang saat sekarang jarang saya dapatkan. 
Saya berjalan kaki, menyelusuri setapak nan berkelok di sekitar perempatan dekat dengan LPPT. di sebrang jalan, saya menemukan Fakultas Perikanan UGM, Great !
Sekilas saya melihat sekumpulan orang yang sedang membuat kolam ikan entah itu difungsikan apa, yang jelas melihat panjang dan lebar kolam tersebut tidak begitu besar. Ada beberapa petakan kolam sepertinya yang akan difungsikan. Saat itu, pemikiran saya langsung me link ke Universitas saya, UNDIP. Ada perasaan iri begitu melihat pembangunan UGM yang merata dan tidak terkesan pilih-pilih fakultas. dan saat itu juga, saya langsung membayangkan 2 tahun yang lalu.
2 tahun yang lalu, saya sempat terjatuh dan pesimis akan masa depan saya setelah menerima kenyataaan bahwa saya tidak diterima di UGM, universitas impian saya waktu SMA. Incaran saya saat itu adalah Farmasi dan Gizi UGM. Entah kenapa, saya begitu menyukai pelajaran Kimia, sehingga mempertimbangkan kemampuan itu, saya ingin mengambil jurusan yang banyak menemui kimia. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Sepertinya sudah dibimbing untuk meneruskan masa depan saya di Teknologi Hasil Perikanan (THP) UNDIP. Padahal, waktu pendaftaran UM secara online yang saya lakukan dengan ayah saya, terkesan asal-asalan mengisi jurusan dengan tujuan hanya ingin coba-coba karena saya tidak ada niatan untuk kuliah di Semarang. Waktu mengisi dana sumbangan (SPMP) saya isi dengan angka nominal hanya 2 juta, Ya..hanya 2 juta. Itupun Ayah saya menyarankan untuk melebihkan angka , takut bila anaknya ini tidak diterima dan tidak memiliki pegangan tempat kuliah. Entah itu firasat atau apa, saya ngeyel ke ayah saya. Berikut ini adalah ucapan saya waktu itu : "Alah Pak, barang perikanan ae kok ..."
SAYA MEREMEHKAN !
lagi-lagi saya bayak mengambil pelajaran bahwa selalu jaga ucapan kita, jaga mulut kita, karena ucapan itu ibarat bumerang, sewaktu-waktu bsa berbalik ke diri kita. Dan setelah saya tidak mendapatkan UGM, akhirnya dengan perasaan terpaksa saya melanjutkan kuliah saya di THP UNDIP. Bisa dikatakan saya itu sombong, tapi sombong terhadap diri saya sendiri. Kekecewaan terhadap farmasi UGM, saya lampiaskan dengan sebuah kata-kata yang saya lontarkan saat itu, "Suatu saat saya akan menjadi Pembicara di Farmasi UGM, UGM yang mencari saya". Selang beberapa waktu, setelah saya memantapkan hati, meminta restu kepada Ayah dan Ibu saya, dan terspesial untuk Tuhan saya Allah SWT. saat itu saya sudah MADEP, MANTEP. dan saat itu pula, cemooh tetangga kanan kiri bahkan Saudara saya mulai saya dengarkan. 
Apa kata mereka ? "Alah..kuliah kok nek perikanan ! ga usah kuliah mending mancing nek tambak dewe".  Mendengar kata-kata mereka itu, saya hanya tersenyum pait, tapi saya tetap tegar. Argh, lagi-lagi bumerang dari ucapan saya sewaktu mendaftarrkan diri di UNDIP.  Akan tetapi saat itu, Saya beranggapaan bahwa Kesuksesan orang itu tidak hanya di satu Jalan, banyak jalan menuju Kesuksesan. Tidak hanya Seorang  LULUSAN DOKTER pun yang bisa Sukses, Lulusan S.Pi juga bisa meraih Lebih banyak kesuksesan.
Hal pertama kali, yang saya yakinkan adalah orang tua saya dan keluarga saya. Saya belajar, saya banyak mengikuti organisasi, dan saya aktif di kampus. Hobi saya memang menulis dan membaca, itu sudah dari jaman saya kecil, saya sering meminjam buku perpus SD saya hingga menumpuk satu lemari di rumah saya. Jadi, saya memang tidak begitu mengalami kesulitan saat saya dibimbing oleh senior saya Dita Tri Hapsari dan Achid Furqon Ach untuk mengerjakan Karya ilmiah. Thanks to all! tanpa kalian apalaah saya.
Dan saya memiliki visi dan misi sekarang ini, melalui tulisn-tulisan yang saya buat, saya ingin mengangkat akreditas THP menjadi A. Membawa nama THP di nasional, bahkan jika ada kesempatan di Internasional, Saya ingin meningkatkan kualitas UNDIP dengan dimulai dari diri saya, Saya ingin mendukung UNDIP menuju UNIVERSITAS RISET, Saya ingin membuktikan dibalik keterbatasan yang saya miliki saya bisa bersinar,  Saya ingin Masyarakat membuka matanya untuk tidak meremehkan PERIKANAN, Saya ingin membuktikan kepada Masyarakat bahwa Perikanan adalah jurusan Bermasa depan cerah atau pengganti Kedokteran nantinya, Saya ingin...Saya Ingin....banyak lagi yang lainnya.
 Dan sekarang, saya memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Akan tetapi dibalik keindahan itu semua, sebenarnya berpuluh-puluh penolakan saya terima. Ditolak sana, tidak tembus sini sudah menjadi santap makan saya. jika ditanya bagaimana reaksi saya, saya jawab : Saya sempat jatuh, tapi saya Bangkit lagi.
Itu Karena saya Kuliah di UNDIP, saya menuntut ilmu di FPIK UNDIP, saya mendapat kesempatan meraih itu semua ya di Perikanan UNDIP, Saya menjadi Co. Asst karena saya kuliah di UNDIP,saya mendapatkan Beasiswa BUMN yang siap mendanai saya hingga LULUS ya berkat THP UNDIP, saya menemui banyak dosen hebat ya di THP UNDIP, saya berkenalan dengan banyak orang HEBAT (Teman-teman sekelas saya THP 2009) ya hanya di THP UNDIP, banyak manfaat yang saya terima...
dan Allah menjawab pertanyaan saya dengan beribu jalan. Dan saya terima itu semua Ya Rabb, terima kasih telah menunjukkan masa depan terindah saya. Saya tidak akan iri lagi dengan UGM, karena saya senang kuliah di UNDIP. Saya tau, UNDIP Sekarang sedang berkembang, sedang membangun dirinya untuk setegak UGM, UNDIP sedang dalam proses membangun dirinya. Dari keterbatasan UNDIP sekarang ini, saya bisa mengambil hikmah bahwa dengan begitu saya tidak manja, dan membuat saya untuk selalu berjuang.

Terimakasih Allah
Terimakasih Ayah, IBu, dan Adek
Terimakasih UNDIP,
Terimakasih BUMN,
Terimakasih THP
Terimakasih kepada semua pihak yang mendukung saya untuk setegar karang


Read More >>