Ketika aku memilah-milah sebuah kata yang cocok untuk mewakili ini semua, ada kebingungan. sedikit kerancuan
Read More >>
dia itu sayang.
sayang yang tidak bisa dilebihkan.
Cinta yang berbeda bila diperumpamakan dengan cintanya adam dan hawa.
hampir seperti,
saudara.
Bisa kan?
saudara yang tidak tau darah mengalirnya dari siapa bisa disebut saudara.
Banyak pertentangan.
tapi toh kita tidak dirugikan? bahkan kita nyaman.
Berbeda jenis bukan berarti tidak bisa berteman kan?
Ada banyak sekali alasan kenapa aku selalu "bergantung" kepadanya.
Dia, pernah menjadikanku sebuah alasan, bahwa aku harus meneruskan sebuah kehidupan.
dikala orang terdekatku sekalipun, tidak bisa aku percaya. Hanya Dia yang memberikan pancaran sinar kehangatan untuk kuyakini.
Ketika aku meragukan "KeTuhanan" bahkan begitu besar andilnya dia dalam prosesku menuju kedewasaan.
sekarang, mau apa?
yang aku mau, mengucapkan kepadanya "terimakasih" yang tidak bisa kuhitung jumlahnya.
yang kuinginkan, memberikan apa yang dia inginkan, semua yang dia inginkan.
dan dia kembali tersenyum kepadaku.
Teman,
persahabatan kita semoga tak lekang oleh waktu...
teruntuk Nurul Muchlis Bakhtiar, salah satu teman terbaikku.