Sabtu, 21 Juli 2012

Peran Dia -Orang Ketiga Serba Tidak Tahu- #Part 2

Hei kamu...
Ada beberapa pertanyaan yang ingin kulontarkan ke kamu...Ada apa ? Kenapa? Mengapa ?
Kaget sedikit, sempat terbesit rasa bersalah sedikit, kasihan sedikit, senang pun secuil.
Kamu ada apa ? Ada masalah apa ?
Apa gara-gara aku yang mulai hadir dalam benakmu
"Maaf sayang.."
Iya , aku memanggilmu sayang.. Kata-kata yang sudah kusimpan selama 3 tahun yang lalu, dan aku ucapkan ketika aku menulis blog ini.
Kata sayang yang menurutku sakral, karena saat sekarang kata itu untuk orang lain tetapi apa salahnya ? kamu juga pernah kok aku panggil itu.
Maaf ya, harusnya aku tidak hadir lagi didepanmu, kemudian membuatmu bimbang dan malah menimbulkan konflik dalam dirimu. Bukan maksudku...itu bukan inginku seperti itu...
Inginku adalah kita bersama, sebagai seorang sahabat yang saling menyayangi antara satu dan lainnyaa. Walaupun masing-masing dari kita sudah ada yang lain. Tetaplah menjadi "Kamu" yang pernah ada untukku sebagai sahabat.
Dengan kamu yang seperti itu, aku benar-benar menjadi diriku sendiri...
Get well soon buat Kamu...
Kamu yang pernah ada dihatiku.





Read More >>

Selasa, 17 Juli 2012

Peran Dia -Orang Ketiga Serba Tidak Tahu- #Part 1

Sepatu lusuhku yang pernah kusayangi...
maaf apabila pada saat acara tadi aku mulai membersihkan dan memakaimu lagi,
karena memang aku tidak bawa apa-apa dari sana, Semarang. Aku tidak membawa sepatu yang kuandalkan, sebab kutinggal disana.
Dan kamu tau,
Kamu ternyata masih seperti yang dulu, yang pernah aku pakai setiap hari.
Janganlah kamu merasa habis manis sepah dibuang atau dimanfaatkan atau apalah itu namanya.
Plis, jangan berfikiran seperti itu terhadapku. karena aku tau, kamu lah yang paling mengerti aku dibandingkan dengan diriku sendiri. Dan ketika tadi aku memakaimu, kemudian mengingat akan semua kenangan tentang kamu dan aku. Hanya kita berdua.
Seketika timbul rasa bersalahku ke kamu. yang pernah aku sia-siakan. yang pernah kutelantarkan dari panasnya sinar matahari, dari dinginnya musim penghujan.
Aku bersalah.
Aku bersaah...
Kesetiaanmu kubalaskan dengan kesia-siaan.
Kamu yang pernah menjadikanku merasa wanita paling cantik sedunia karena memakaimu. Kamu yang selalu menganggapku bahwa akulah yang terbaik dari yg terbaik.
Dan dulu aku tidak mengerti, TIDAK TAU dan pura-pura tidak tahu menahu.
Dulu aku sering merasa ini paksaan. Karena kamu bukan yang aku sukai.Meskipun kamu bukan yang aku suka, tetapi kamu lah yang terbaik.
Bukan maksudku membanding-bandingkan dengan sepatu yang kumiliki sekarang.
Sepatu nan imut menurutku, apabila aku yang memakainya.
Inilah pilihanku. Aku yang sudah mengincar dia sejak 3 tahun yang llalu. dan aku menabung sedikit demi sedikit untuk mendapatkan dia. Dan hasilnya, I GET IT. Aku dapatkan dia dengan jerih payahku sendiri. Tetapi kamu tau, wahai sepatu lamaku...
sepatu baruku itu rapuh. Dia tidak bisa membuatku nyaman senyaman aku memakaimu. Kadang aku merasa minder dengan dia, karena dia terlalu bagus untukku. Dia memang bagus, dia mahal. Ituah mengapa aku suka sama dia. Dari sini ternyata membuatku sadar akan satu hal, tidak semua yang kita inginkan itu yang terbaik buat kita.
Sepatu lamaku,
tolong maafkan kekhilafanku dulu...
maaf...
tolong, dokan aku...agar kutukan ini segera berakhir...karena aku sayang dengan sepatu baruku ini...




AKu    yang kalut ,
melihat sepatu lamaku telah dimiliki orang lain...
aku
Aprianita
:'(
Read More >>

Selasa, 10 Juli 2012

Hanya Rentetan Tulisan Tak Berharga #FOR A


Dear Kamu...
Kamu selalu hadir dalam hari-hariku, begitu juga dengan bayanganmu.
Seolah memenuhi ruang kepala dan dadaku menjadi sesak hanya karena membayangkan Kamu.

Kamu itu...
Entahlah,
aku sudah berusaha mengedit sedikit demi sedikit kenangan kamu..tapi tetap saja,
Potongan-potongan tersebut bagaikan puzzle yang teracak-acak, dan kemudian terpasang satu per satu hanya dengan membayangkan senyum kamu..

Hei Kamu...
Pernahkah kamu memikirkanku sebentar saja? Tidak...sedetik saja..
Apakah kamu masih ingat aku ?
Aku yang selalu menebarkan senyum manis di depanmu, aku yang selalu ingin tahu kabarmu, aku yang selalu bertindak bodoh didepanmu...aku yang fikirannya teracuni olehmu...
Aku yang...
Ahh...sebenarnya aku malu mengungkapkan ini,
Aku yang mencintaimu...

Iya Kamu,
Kamu yang disana...
Kamu yang dihalangi dan terhalangi oleh JARAK olehku...
Aku sayang kamu
Read More >>