Dalam dunia Semu,
Tak ada hukum alam, tak ada undang undang, tak ada Hak dan Kewajiban..
Yang ada hanya Aku dan Dia...
Dia,
selama ini sosoknya memang tak dapat dijangkau oleh cermin.
Ibarat Hantu yang akan ketakutan apabila melihat wajahnya di cermin, lalu dia akan berlari tunggang langgang.
Aku..
lagi lagi aku selalu terperangkap oleh situasi yang seperti itu.
Akankah ada makna dibalik situasi ini ? karena sampai sekarang, makna ataupun optional dari keadaan ini belum bisa tercerna dalam otakku.
Semu bertemakan bayang bayang.
Bayang bayang bernuansa magis.
Tak apa magis, asal aku dan dia bisa saling merasakan.
Awalnya, kita hanya bermain-main dan mencoba. Kita seperti terlena dan lupa akan kenyataan karena dunia semu itu memang Indah!
Sangat Indah!
Namanya juga Semu,
Seindah-indahnya semu tetap kalah dengaan kenyataan.
Lama-lama kita terperangkap dan kemudian kita tak tau harus diawali dari mana untuk keluar.
Runut punya runut, sambil berjalan mundur, akhirnya kita menemukan jalan pulang. Dan sebagai konsekuensinya, kita pulang tapi kita terpisahkan.
Dia...
Aku tak tahu bagaimana upayanya agar bisa keluar dari semu.
Ah, seandainya aku dan dia di kenyataan, pasti aku bisa melihatnya..dan tentunya antara aku dan dia akan kekal.
Namanya juga semu,
dunia semu tidak akan memperlihatkan kesusahan orang...
padahal dibalik kesusahan tersebut ada arti dalam sebuah peluh.
Peluh akan dihargai dengan sejuta Luh *Air mata.
Luh hanya ada di dunia Kenyataan.
Aku,
aku berjuang semampuku untuk meninggalkan dunia semu ini.
Walau kadang aku masih sering menengok jalan kebelakang, maksudnya aku masih enggan pulang.
Tetapi,
Aku dan dia yang sudah melupakan tugas sebagai Kholifah di Bumi
pantas saja mendapatkan hukuman.
berupa perpisahan.
Mungkin dia sekarang telah menemukan jalan keluar. Dan aku sekarang baru setengah di jalan keluar.
Tetapi sekarang,
aku sadar..
cintaku untuknya kenyataan.
Cintaku untuknya real.
Read More >>
Tak ada hukum alam, tak ada undang undang, tak ada Hak dan Kewajiban..
Yang ada hanya Aku dan Dia...
Dia,
selama ini sosoknya memang tak dapat dijangkau oleh cermin.
Ibarat Hantu yang akan ketakutan apabila melihat wajahnya di cermin, lalu dia akan berlari tunggang langgang.
Aku..
lagi lagi aku selalu terperangkap oleh situasi yang seperti itu.
Akankah ada makna dibalik situasi ini ? karena sampai sekarang, makna ataupun optional dari keadaan ini belum bisa tercerna dalam otakku.
Semu bertemakan bayang bayang.
Bayang bayang bernuansa magis.
Tak apa magis, asal aku dan dia bisa saling merasakan.
Awalnya, kita hanya bermain-main dan mencoba. Kita seperti terlena dan lupa akan kenyataan karena dunia semu itu memang Indah!
Sangat Indah!
Namanya juga Semu,
Seindah-indahnya semu tetap kalah dengaan kenyataan.
Lama-lama kita terperangkap dan kemudian kita tak tau harus diawali dari mana untuk keluar.
Runut punya runut, sambil berjalan mundur, akhirnya kita menemukan jalan pulang. Dan sebagai konsekuensinya, kita pulang tapi kita terpisahkan.
Dia...
Aku tak tahu bagaimana upayanya agar bisa keluar dari semu.
Ah, seandainya aku dan dia di kenyataan, pasti aku bisa melihatnya..dan tentunya antara aku dan dia akan kekal.
Namanya juga semu,
dunia semu tidak akan memperlihatkan kesusahan orang...
padahal dibalik kesusahan tersebut ada arti dalam sebuah peluh.
Peluh akan dihargai dengan sejuta Luh *Air mata.
Luh hanya ada di dunia Kenyataan.
Aku,
aku berjuang semampuku untuk meninggalkan dunia semu ini.
Walau kadang aku masih sering menengok jalan kebelakang, maksudnya aku masih enggan pulang.
Tetapi,
Aku dan dia yang sudah melupakan tugas sebagai Kholifah di Bumi
pantas saja mendapatkan hukuman.
berupa perpisahan.
Mungkin dia sekarang telah menemukan jalan keluar. Dan aku sekarang baru setengah di jalan keluar.
Tetapi sekarang,
aku sadar..
cintaku untuknya kenyataan.
Cintaku untuknya real.
sampai jumpa, kamu di dunia kenyataan.
Aku menunggumu...