Rabu, 22 Februari 2012

Lagi lagi dihadapkan dengan Banyak Pilihan

Bimbangkah ? kadang aku bertanya kepada diri sendiri, "Patutkah aku untuk bimbang ?"
Sudah kumengerti mengertikan hatiku,
akan tetapi, selalu saja dihadapkan dengan situasi yang sama, yaitu banyak pilihan. Kadang aku merasa tidak adil, Ya... Tidak adil...
Kenapa ? Kenapa disetiap aku benar-benar tak tahu harus melangkah kemana, sama sekali tidak ada satupun petunjuk untuk mempermudah langkahku. Disitu aku benar-benar sendiri, berjalan sendiri tertatih-tatih, hingga aku menemukan suatu jalan yang kurasa itu memang tepat. AKU SENDIRI...
Tapi,
Jika sudah meyakinkan hati untuk memilih jalan tersebut, maka akan timbul jalan-jalan alternatif lain dengan menawarkan berbagai keistimewaan.
Aku ?
Memang itu pilihanku, itu jalan hidupku...tapi aku juga berhak menentukan mana yang selayaknya pantas untuk dijadikan pijakan selama aku berjalan.

Mengapa masih ada kebimbangan didalam hatiku,

USAHA
nah, jalan yang kulalui ini memang membuat hatiku penasaran serasa ingin tahu apa sih sebenarnya yang akan aku temui nanti jika aku melewati jalan ini. Akan tetapi, kekurangan dari jalan ini salah satunya adalah usaha. Kenapa ? Sepertinya jalan ini kurang menawarkan atau kurang mempromosikan dirinya agar aku memilihnya.
Dan juga, jalan ini terkesan angker, walaupun ada spanduk yang bertuliskan "Welcome" yang sengaja dibuat untukku, akan tetapi hal itulah kebimbanganku. Takut, jika aku sudah memutuskan untuk melewatinya, nanti akan salah jalan, nanti jarakny ke tempat tujuan terlalu lama, takut nanti bila separoh jalan aku memutuskan untuk mencari alternatif lain.

KEYAKINAN
Aku bimbang, dan aku butuh keyakinan, terutama keyakinan dari jalan itu sendiri. Akan tetapi, cukup sukar ternyata untuk mendapatkan itu semua. Apasih? KEYAKINAN... iya cuma keyakinan, yakinkan aja aku... Yakinkan aku agar aku bisa memilihmu..

LAMPU PENERANGAN
dalam melewati jalan yang aku tidak tahu seberapa jauh dan terjalnya area tersebut, aku ingin setidaknya satu saja, lampu penerangan.
Lampu memiliki banyak kegunaan, selain sebagai penerangan, dia juga sebagai penghangat dan pengayom dikala hati resah. Dengan adanya lampu, aku harap aku akan lebih semangat dan tersenyum setiap melangkahkan kaki selangkah demi selangkah. Dikala aku merasa kedinginan, aku bisa mendekatkan diri ke lampu.

PETUNJUK JALAN
Ya...salah satu hal terpenting. Petunjuk.
KANAN , BARAT, TIMUR, SELATAN, dan lainnya.
aku butuh itu, agar aku tidak tersesat.

Inilah yang aku butuhkan, agar aku bisa melewati jalan yang aku pilih dengan percaya diri, tanpa harus berfikir dua kali untuk membanding-bandingkan antara jalan yang satu dengan yang lainnya. Bagiku, Kondisi fisik bagi sebuah jalan itu tidak masalah. Seterjal apapun jalan itu, selagi aku penasaran ingin melewatinya, aku pilih jalan itu, tapi dengan syarat, Yakinkan aku untuk melewatinya.


Sementara jalan yang lain ?

Ada alternatif 2 jalan lagi,
antara Jalan TOL dan Jalan Perkotaan.
Jalan TOL ini indah, bagus, nyaman,meyakinkan, selalu ada jika aku mulai tersesat, selalu ada ketika aku tidak tahu harus ke arah mana. Teman-temanku menyarankan aku untuk memilih jalan TOL ini, .
Ada rasa Penasaran, tapi sedikit. Tidak sepenasaran ketika aku ingin melewati Jalur Utama itu.

Sedangkan jalan perkotaan,
Jalan ini ramai, asyik, Lucu karena disepanjang jalan dipenuhi oleh berbagai hiburan yang menyegarkan mata. Akan tetapi, aku dan Jalan perkotaan ini memiliki suatu perbedaan yang signifikan dalam kehidupan.
Jalan perkotaan ini juga sama, selalu saja bersedia menjadi jalan alternatifku, walaupun jalan ini tahu kita berbeda.


Aku harus bagaimana Ya Allah ?
Jika memang jalan utama harus kulewati, tolong sampaikan padanya, untuk meyakinkan hatiku agar mau melewatinya.
Jika aku harus memilih Jalan TOL, tolong . . . ikhlaskan saya untuk melepaskan jalan utama.
Saya tau Ya Rabb, Jalan perkotaan ini hanya pantas dijadikan teman, apabila harus lebih, tolong berikan dia hidayah agar segera merubah perbedaan itu.


Tidak ada komentar: