Sabtu, 21 Juli 2012

Peran Dia -Orang Ketiga Serba Tidak Tahu- #Part 2

Hei kamu...
Ada beberapa pertanyaan yang ingin kulontarkan ke kamu...Ada apa ? Kenapa? Mengapa ?
Kaget sedikit, sempat terbesit rasa bersalah sedikit, kasihan sedikit, senang pun secuil.
Kamu ada apa ? Ada masalah apa ?
Apa gara-gara aku yang mulai hadir dalam benakmu
"Maaf sayang.."
Iya , aku memanggilmu sayang.. Kata-kata yang sudah kusimpan selama 3 tahun yang lalu, dan aku ucapkan ketika aku menulis blog ini.
Kata sayang yang menurutku sakral, karena saat sekarang kata itu untuk orang lain tetapi apa salahnya ? kamu juga pernah kok aku panggil itu.
Maaf ya, harusnya aku tidak hadir lagi didepanmu, kemudian membuatmu bimbang dan malah menimbulkan konflik dalam dirimu. Bukan maksudku...itu bukan inginku seperti itu...
Inginku adalah kita bersama, sebagai seorang sahabat yang saling menyayangi antara satu dan lainnyaa. Walaupun masing-masing dari kita sudah ada yang lain. Tetaplah menjadi "Kamu" yang pernah ada untukku sebagai sahabat.
Dengan kamu yang seperti itu, aku benar-benar menjadi diriku sendiri...
Get well soon buat Kamu...
Kamu yang pernah ada dihatiku.





Read More >>

Selasa, 17 Juli 2012

Peran Dia -Orang Ketiga Serba Tidak Tahu- #Part 1

Sepatu lusuhku yang pernah kusayangi...
maaf apabila pada saat acara tadi aku mulai membersihkan dan memakaimu lagi,
karena memang aku tidak bawa apa-apa dari sana, Semarang. Aku tidak membawa sepatu yang kuandalkan, sebab kutinggal disana.
Dan kamu tau,
Kamu ternyata masih seperti yang dulu, yang pernah aku pakai setiap hari.
Janganlah kamu merasa habis manis sepah dibuang atau dimanfaatkan atau apalah itu namanya.
Plis, jangan berfikiran seperti itu terhadapku. karena aku tau, kamu lah yang paling mengerti aku dibandingkan dengan diriku sendiri. Dan ketika tadi aku memakaimu, kemudian mengingat akan semua kenangan tentang kamu dan aku. Hanya kita berdua.
Seketika timbul rasa bersalahku ke kamu. yang pernah aku sia-siakan. yang pernah kutelantarkan dari panasnya sinar matahari, dari dinginnya musim penghujan.
Aku bersalah.
Aku bersaah...
Kesetiaanmu kubalaskan dengan kesia-siaan.
Kamu yang pernah menjadikanku merasa wanita paling cantik sedunia karena memakaimu. Kamu yang selalu menganggapku bahwa akulah yang terbaik dari yg terbaik.
Dan dulu aku tidak mengerti, TIDAK TAU dan pura-pura tidak tahu menahu.
Dulu aku sering merasa ini paksaan. Karena kamu bukan yang aku sukai.Meskipun kamu bukan yang aku suka, tetapi kamu lah yang terbaik.
Bukan maksudku membanding-bandingkan dengan sepatu yang kumiliki sekarang.
Sepatu nan imut menurutku, apabila aku yang memakainya.
Inilah pilihanku. Aku yang sudah mengincar dia sejak 3 tahun yang llalu. dan aku menabung sedikit demi sedikit untuk mendapatkan dia. Dan hasilnya, I GET IT. Aku dapatkan dia dengan jerih payahku sendiri. Tetapi kamu tau, wahai sepatu lamaku...
sepatu baruku itu rapuh. Dia tidak bisa membuatku nyaman senyaman aku memakaimu. Kadang aku merasa minder dengan dia, karena dia terlalu bagus untukku. Dia memang bagus, dia mahal. Ituah mengapa aku suka sama dia. Dari sini ternyata membuatku sadar akan satu hal, tidak semua yang kita inginkan itu yang terbaik buat kita.
Sepatu lamaku,
tolong maafkan kekhilafanku dulu...
maaf...
tolong, dokan aku...agar kutukan ini segera berakhir...karena aku sayang dengan sepatu baruku ini...




AKu    yang kalut ,
melihat sepatu lamaku telah dimiliki orang lain...
aku
Aprianita
:'(
Read More >>

Selasa, 10 Juli 2012

Hanya Rentetan Tulisan Tak Berharga #FOR A


Dear Kamu...
Kamu selalu hadir dalam hari-hariku, begitu juga dengan bayanganmu.
Seolah memenuhi ruang kepala dan dadaku menjadi sesak hanya karena membayangkan Kamu.

Kamu itu...
Entahlah,
aku sudah berusaha mengedit sedikit demi sedikit kenangan kamu..tapi tetap saja,
Potongan-potongan tersebut bagaikan puzzle yang teracak-acak, dan kemudian terpasang satu per satu hanya dengan membayangkan senyum kamu..

Hei Kamu...
Pernahkah kamu memikirkanku sebentar saja? Tidak...sedetik saja..
Apakah kamu masih ingat aku ?
Aku yang selalu menebarkan senyum manis di depanmu, aku yang selalu ingin tahu kabarmu, aku yang selalu bertindak bodoh didepanmu...aku yang fikirannya teracuni olehmu...
Aku yang...
Ahh...sebenarnya aku malu mengungkapkan ini,
Aku yang mencintaimu...

Iya Kamu,
Kamu yang disana...
Kamu yang dihalangi dan terhalangi oleh JARAK olehku...
Aku sayang kamu
Read More >>

Senin, 16 April 2012

ULTAHku DI UMUR 21 Tahun.. 14 April 2012

Jumat pagi, 13.04.2012




Aku pusing, tuntutan orang tua ingin aku ngadain syukuran. Tapi pasti juga banyak merepotkan teman-teman terdekatku.duh.
Setelah kuliah pagi, kuutarakan maksud dari orang tuaku itu ke teman-teman terdekatku, si Rani, Novi, Virqi, dan Mia. Ternyata hasilnya kontroversial, ada yang setuju, tapi juga ada yang memiliki ide lain. Hmm... but life must go on..haha


Sabtu Pagi, 14.04.2012


How a wonderful day !
21 years old ...
Hari lahirku, hari kebahagiaan orang tuaku, hari perjuangan mamiku dalam melahirkan aku didunia yang indah ini, Hari Papahku deg-degan mendapatkan anak pertama, hehe..


tepat 00.00 WIB,

Make a Hope, menjadi tradisi dalam menjalani pergantian umurku, karena begitu banyak hadiah dan begitu banyak cobaan yang telah kulalui selama aku berumur 20 tahun ini. dan terimakasihku yang pertama dan utama buat Tuhanku Allah SWT. yang telah memberikan "nano-nano" dalam hidupku, sehingga aku bisa menjadi lebih lebih dan lebih dewasa dalam menyikapinya.

 si Mbak Pesekku Dyah sms memberikan ucapan. Thanks yaahh... setelah itu, beruntun sms dan telpon dari teman-teman yang mungkin terlalu banyak hingga aku kebingungan dan lupa mana yang sudah tak bales dan mana yang belom. But, thanks ^_^


00.36 WIB

Kakak Nelpon yang saat itu aku memang sedang memikirkannya hehe. Apa pernah aku sedetik saja berhenti memikirkannya ? -____-
Seperti mimpi, my dream come true lah istilahnya. Kakak nelpon sih biasa, tetapi kakak nelpon dengan mengucapkan selama ulang tahun itu baru luar biassaaa... Karena sejujurnya, aku memimpikan hal itu dari 3 tahun yang lalu, tepatnya ketika aku berumur 19 tahun dan 20 tahun. Bahkan lebih dari anganku, karena dulu aku hanya berharap mendapatkan sms atau wall saja dari kakak sudah melambung banget. Tapi tidak pernah ada tuh T.T.

Thanks kakak, menjadi orang pertama lewat telpon yang mengucapkan selamat buatku.
Insya allah, I will waiting you come back.





Kuangkatlah secara sepihak, Event Organizer dalam acara syukuranku si Bundah Novi dan ditemani dengan sejuta konsep-konsepnya.
 Setelah kita menyatukan ide, akhirnya belanja keperluan dengan dia, Rani, dan Bina.  Ini itu ini itu...Mumet...capek...
bersih-bersih basecamp juga...
Dan akhirnyaaaaa,

19.30 WIB 

Acara dimulai, semacam syukuran kecil-kecilan dengan suguhan yang amat sangat biasa saja. tapi, tetap tidak mengurangi kekhidmatan teman-teman dalam mendoakanku agar menjadi yang lebih baik lagi.
Dalam acara ini, yang bisa kuundang hanya anak-anak kos, Teman-teman terdekatku. Maaf ya buat yang lain, bukan maksud pilih-pilih atau bagaimana. Pertama, acara ini diselenggarakan secara dadakan, jadi dengan persiapan seminimal mungkin agar menjadi acara yang optimal itu sangat amat menguras tenagaku, hingga aku lupa siapa saja yang harus diundang. Kedua, tempatnya. Aku mengadakan acara ini saja pinjam Bascamp anak-anak. Tidak mungkinlah jika dikosku, kalian tau sendiri bagaimana situasi dan kondisi kosku. agar amanah dari orang tuaku bisa kulaksanakan,  jadilah acara kecil-kecilan seperti kemarin itu.
Terimakasih kepada  Saudaraku Majid yang telah mengemas acara ultahku dengan seapik mungkin, dan telah menorehkan kesan di hati teman-teman undangan yang berjumlah sekitar 30 orang.


Acara puncaknya,

tiup lilin.
Hal yang paling aku suka ketika lampu dimatikan, kemudian diiringi musik khas kontrakan dan saat itu aku melakukan Make A Hope.

Aku ditemani harapan, serta impianku  untuk kedepannya aku panjatkan dalam moment ini.



Sekumpulan anak2 BC  (Aji, ALvi, dll) yang menyumbangkan lagunya untukku, terimakasih..


Ternyata si EO, mengadakan acara buka-bukaan semua tentang HENY.
dari sanalah, teman-temanku mengungkapakan semua uneg-unegnya kepada diriku. Sebenarnya sudah sudah sering aku dengarkan sih, tetapi disini lebih dikonsumsi untuk umum, untuk mengenal lebih dekat tentang sosokku.
Ada yang comment: Cerewet, Galauan, Rempong, Pelupa, Panikan, Dewasa, Motivator,cantik, hehe (aku sendiri yang ngoment)...
Terimakasih atas masukannya, insya allah saya akan berusaha memperbaiki diri saya untuk menjadi yang lebih baik lagi.
Jean, Titin, Mbak Adani, Acong, Tiar berkomentar

Teman-temanku,


dan acara kecil-kecilan ini.....
alhamdulillah bisa terselenggara dengan baik....dengan doa yang bak-baik...

Di akhir acara, sebenarnya amat sangat tidak terencana, tindakan anarki yang dilakukan teman-temanku. :'(
Penepungan, penyeplokan telor, Penarikan, Pengikatan , Penyemprotan air, dan lain-lainnya. 
Make me Like a "GEMBEL"


but thanks, for all....
i can't forget it,.and always remember it, my birthday when I am 21 years old...14.04.2012
matursuwun arek-arek...


Read More >>

Kamis, 22 Maret 2012

I LOVE UNDIP AND I PROUD

22 Maret 2012,
Rabu pagi nan cerah

saya diantarkan oleh saudara saya untuk mengantarkan sampel penelitian untuk proyek saya di LPPT UGM. 
Ketika sampai diwilayah UGM, sengaja saya menyuruh saudaraa  untuk meninggalkan saya, karena benar-benar pada moment itu saya ingin menikmati kesendirian dan merasakan independent yang saat sekarang jarang saya dapatkan. 
Saya berjalan kaki, menyelusuri setapak nan berkelok di sekitar perempatan dekat dengan LPPT. di sebrang jalan, saya menemukan Fakultas Perikanan UGM, Great !
Sekilas saya melihat sekumpulan orang yang sedang membuat kolam ikan entah itu difungsikan apa, yang jelas melihat panjang dan lebar kolam tersebut tidak begitu besar. Ada beberapa petakan kolam sepertinya yang akan difungsikan. Saat itu, pemikiran saya langsung me link ke Universitas saya, UNDIP. Ada perasaan iri begitu melihat pembangunan UGM yang merata dan tidak terkesan pilih-pilih fakultas. dan saat itu juga, saya langsung membayangkan 2 tahun yang lalu.
2 tahun yang lalu, saya sempat terjatuh dan pesimis akan masa depan saya setelah menerima kenyataaan bahwa saya tidak diterima di UGM, universitas impian saya waktu SMA. Incaran saya saat itu adalah Farmasi dan Gizi UGM. Entah kenapa, saya begitu menyukai pelajaran Kimia, sehingga mempertimbangkan kemampuan itu, saya ingin mengambil jurusan yang banyak menemui kimia. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Sepertinya sudah dibimbing untuk meneruskan masa depan saya di Teknologi Hasil Perikanan (THP) UNDIP. Padahal, waktu pendaftaran UM secara online yang saya lakukan dengan ayah saya, terkesan asal-asalan mengisi jurusan dengan tujuan hanya ingin coba-coba karena saya tidak ada niatan untuk kuliah di Semarang. Waktu mengisi dana sumbangan (SPMP) saya isi dengan angka nominal hanya 2 juta, Ya..hanya 2 juta. Itupun Ayah saya menyarankan untuk melebihkan angka , takut bila anaknya ini tidak diterima dan tidak memiliki pegangan tempat kuliah. Entah itu firasat atau apa, saya ngeyel ke ayah saya. Berikut ini adalah ucapan saya waktu itu : "Alah Pak, barang perikanan ae kok ..."
SAYA MEREMEHKAN !
lagi-lagi saya bayak mengambil pelajaran bahwa selalu jaga ucapan kita, jaga mulut kita, karena ucapan itu ibarat bumerang, sewaktu-waktu bsa berbalik ke diri kita. Dan setelah saya tidak mendapatkan UGM, akhirnya dengan perasaan terpaksa saya melanjutkan kuliah saya di THP UNDIP. Bisa dikatakan saya itu sombong, tapi sombong terhadap diri saya sendiri. Kekecewaan terhadap farmasi UGM, saya lampiaskan dengan sebuah kata-kata yang saya lontarkan saat itu, "Suatu saat saya akan menjadi Pembicara di Farmasi UGM, UGM yang mencari saya". Selang beberapa waktu, setelah saya memantapkan hati, meminta restu kepada Ayah dan Ibu saya, dan terspesial untuk Tuhan saya Allah SWT. saat itu saya sudah MADEP, MANTEP. dan saat itu pula, cemooh tetangga kanan kiri bahkan Saudara saya mulai saya dengarkan. 
Apa kata mereka ? "Alah..kuliah kok nek perikanan ! ga usah kuliah mending mancing nek tambak dewe".  Mendengar kata-kata mereka itu, saya hanya tersenyum pait, tapi saya tetap tegar. Argh, lagi-lagi bumerang dari ucapan saya sewaktu mendaftarrkan diri di UNDIP.  Akan tetapi saat itu, Saya beranggapaan bahwa Kesuksesan orang itu tidak hanya di satu Jalan, banyak jalan menuju Kesuksesan. Tidak hanya Seorang  LULUSAN DOKTER pun yang bisa Sukses, Lulusan S.Pi juga bisa meraih Lebih banyak kesuksesan.
Hal pertama kali, yang saya yakinkan adalah orang tua saya dan keluarga saya. Saya belajar, saya banyak mengikuti organisasi, dan saya aktif di kampus. Hobi saya memang menulis dan membaca, itu sudah dari jaman saya kecil, saya sering meminjam buku perpus SD saya hingga menumpuk satu lemari di rumah saya. Jadi, saya memang tidak begitu mengalami kesulitan saat saya dibimbing oleh senior saya Dita Tri Hapsari dan Achid Furqon Ach untuk mengerjakan Karya ilmiah. Thanks to all! tanpa kalian apalaah saya.
Dan saya memiliki visi dan misi sekarang ini, melalui tulisn-tulisan yang saya buat, saya ingin mengangkat akreditas THP menjadi A. Membawa nama THP di nasional, bahkan jika ada kesempatan di Internasional, Saya ingin meningkatkan kualitas UNDIP dengan dimulai dari diri saya, Saya ingin mendukung UNDIP menuju UNIVERSITAS RISET, Saya ingin membuktikan dibalik keterbatasan yang saya miliki saya bisa bersinar,  Saya ingin Masyarakat membuka matanya untuk tidak meremehkan PERIKANAN, Saya ingin membuktikan kepada Masyarakat bahwa Perikanan adalah jurusan Bermasa depan cerah atau pengganti Kedokteran nantinya, Saya ingin...Saya Ingin....banyak lagi yang lainnya.
 Dan sekarang, saya memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Akan tetapi dibalik keindahan itu semua, sebenarnya berpuluh-puluh penolakan saya terima. Ditolak sana, tidak tembus sini sudah menjadi santap makan saya. jika ditanya bagaimana reaksi saya, saya jawab : Saya sempat jatuh, tapi saya Bangkit lagi.
Itu Karena saya Kuliah di UNDIP, saya menuntut ilmu di FPIK UNDIP, saya mendapat kesempatan meraih itu semua ya di Perikanan UNDIP, Saya menjadi Co. Asst karena saya kuliah di UNDIP,saya mendapatkan Beasiswa BUMN yang siap mendanai saya hingga LULUS ya berkat THP UNDIP, saya menemui banyak dosen hebat ya di THP UNDIP, saya berkenalan dengan banyak orang HEBAT (Teman-teman sekelas saya THP 2009) ya hanya di THP UNDIP, banyak manfaat yang saya terima...
dan Allah menjawab pertanyaan saya dengan beribu jalan. Dan saya terima itu semua Ya Rabb, terima kasih telah menunjukkan masa depan terindah saya. Saya tidak akan iri lagi dengan UGM, karena saya senang kuliah di UNDIP. Saya tau, UNDIP Sekarang sedang berkembang, sedang membangun dirinya untuk setegak UGM, UNDIP sedang dalam proses membangun dirinya. Dari keterbatasan UNDIP sekarang ini, saya bisa mengambil hikmah bahwa dengan begitu saya tidak manja, dan membuat saya untuk selalu berjuang.

Terimakasih Allah
Terimakasih Ayah, IBu, dan Adek
Terimakasih UNDIP,
Terimakasih BUMN,
Terimakasih THP
Terimakasih kepada semua pihak yang mendukung saya untuk setegar karang


Read More >>

Selasa, 28 Februari 2012

Belajar Berprinsip dan Menyalahi Prinsip

Belajar itu bisa dimulai sewaktu sewaktu dan tidak ada kata terlambat. Begitu juga aku disini yang sedang belajar untuk mengerti seseorang.
dan aku cukup menikmatinya. dulu, hari-hari yang kurasa cepat berganti menjadi seakan lebih lambat akan sosok orang itu.
Intinya,
aku selalu memikirkannya, hehe...
Dan jika kugambarkan, tiap harinya ibarat permen nano-nano yang memiliki banyak rasa. Seperti diriku, yang mengalami dinamika sesuai kondisi (Bukan labil lho)...
Disela-sela kesibukanku yang super padat ini, aku masih menyempatkan diri untuknya :) , di saat aku mengerjakan laporan PKL, masih sempat terfikir jika kangen sama dia. Di tengah sampling penelitian, aku masih saja khawatir akan keadaannya disana.
Jadi mau tidak mau, memang selalu memikirkannya.

Aku ini baru awal, jika diumpamakan seperti keripik maicih yang levelnya masih 2 atau 3. Nanti akan menemukan ujian lagi yang jauh lebih besar. Sempat aku protes terhadap Tuhan, kenapa setelah aku siap membuka hati lagi langsung diberikan ujian yang lumayan seperti ini. Tetapi setelah difikir-fikir, itulah rahasia Tuhan, dan pasti ada hikmah dibalik itu semua. I believe that , God.

Aku tahu, aku harus bisa mengimbanginya dan menjadi emulsifier dalam kehidupannya. Ibarat medan magnet, jika dia kutub positif nya, maka aku harus menjadi kutub negatif. Aku menyesuaikan.
Dia yang cuek, dan aku berusaha take care ke dia.
Dia yang pendiem, aku lebih ke banyak omongnya.
Dia yang ...
Dia yang...
Ah, dan Aku...

Aku mengerti dia, karena aku sayang sama dia.
Mungkin akhir-akhir ini aku sering sekali mengganggu dia, entah itu mengirimkan sms-sms ga jelas, telpon dia pas jam kerja, mengganggu tidur malamnya, dan masih banyak lagi. Aku hanya ingin memberikan perhatianku ke dia, sebelum aku disibukkan dengan kuliah dan kegiatanku diluar sana.
Sebab nanti jika aku sudah mulai kembali beraktifitas menjadi wonder woman, aku mungkin agak sulit memberikan itu semua.

Maaf . . ., aku baru belajar memahami orang. dan aku mengakui itulah kekuranganku, yaitu tidak memahami orang yang tidak aku anggap sebagai orang spesial. Jadi aku yang dulu hanya mau mengerti keluargaku, teman-teman terdekatku. Orang-orang yang "tidak kuanggap" inilah yang berusaha untuk memahamiku dulu, baru setelah itu aku memahami mereka.

Kalian tahu kenapa ?

 Karena ini pertama kali aku merasakan feel dan taste yang berbeda. Di umurku yang hendak menginjak 21 tahun ini, hanya dia yang bisa membuatku menjadi seseorang yang berbeda. Berbeda bukan berarti aku menghilangkan jati diri, tapi yang kutemui ketika bersama dia itu, aku menjadi seperti seorang wanita yang seperti baru mengenal cinta.
Aku pernah jatuh cinta, tapi aku susah untuk jatuh cinta.
dan jika bersama dia, aku seperti gadis kecil yang lagi mengalami fall in love untuk pertama kalinya. Bisa dibayangkan kan bagaimana konyolnya ketika kalian jatuh cinta untuk pertama kali ?
nah, itu yang kurasakan sekarang :)
gara-gara dia juga, aku menonaktikan prinsipku tentang : I Say no to LDR.
dan sekarang berganti menjadi : I Try to LDR 
awsome..
Kemana aku yang dulu ? yang gigih terhadap prinsip-prinsipku ?


Aku tidak tau sampai kapan aku belajar,
yang jelas, keinginanku nanti:
1. menjadi satu-satunya orang yang benar-benar paham tentang kakak
2. menjadi satu-satunya orang yang bisa mengerti kakak
3. Menjadi satu-satunya....
4. hanya satu...

 semoga hatiku dan diriku ini bisa diajak kompromi untuk tetap kuat. Kuat menghadapi segala sesuatu yang terjadi entah itu kemungkinan terbaik maupun kemungkinan terburuk.




Read More >>

Rabu, 22 Februari 2012

Lagi lagi dihadapkan dengan Banyak Pilihan

Bimbangkah ? kadang aku bertanya kepada diri sendiri, "Patutkah aku untuk bimbang ?"
Sudah kumengerti mengertikan hatiku,
akan tetapi, selalu saja dihadapkan dengan situasi yang sama, yaitu banyak pilihan. Kadang aku merasa tidak adil, Ya... Tidak adil...
Kenapa ? Kenapa disetiap aku benar-benar tak tahu harus melangkah kemana, sama sekali tidak ada satupun petunjuk untuk mempermudah langkahku. Disitu aku benar-benar sendiri, berjalan sendiri tertatih-tatih, hingga aku menemukan suatu jalan yang kurasa itu memang tepat. AKU SENDIRI...
Tapi,
Jika sudah meyakinkan hati untuk memilih jalan tersebut, maka akan timbul jalan-jalan alternatif lain dengan menawarkan berbagai keistimewaan.
Aku ?
Memang itu pilihanku, itu jalan hidupku...tapi aku juga berhak menentukan mana yang selayaknya pantas untuk dijadikan pijakan selama aku berjalan.

Mengapa masih ada kebimbangan didalam hatiku,

USAHA
nah, jalan yang kulalui ini memang membuat hatiku penasaran serasa ingin tahu apa sih sebenarnya yang akan aku temui nanti jika aku melewati jalan ini. Akan tetapi, kekurangan dari jalan ini salah satunya adalah usaha. Kenapa ? Sepertinya jalan ini kurang menawarkan atau kurang mempromosikan dirinya agar aku memilihnya.
Dan juga, jalan ini terkesan angker, walaupun ada spanduk yang bertuliskan "Welcome" yang sengaja dibuat untukku, akan tetapi hal itulah kebimbanganku. Takut, jika aku sudah memutuskan untuk melewatinya, nanti akan salah jalan, nanti jarakny ke tempat tujuan terlalu lama, takut nanti bila separoh jalan aku memutuskan untuk mencari alternatif lain.

KEYAKINAN
Aku bimbang, dan aku butuh keyakinan, terutama keyakinan dari jalan itu sendiri. Akan tetapi, cukup sukar ternyata untuk mendapatkan itu semua. Apasih? KEYAKINAN... iya cuma keyakinan, yakinkan aja aku... Yakinkan aku agar aku bisa memilihmu..

LAMPU PENERANGAN
dalam melewati jalan yang aku tidak tahu seberapa jauh dan terjalnya area tersebut, aku ingin setidaknya satu saja, lampu penerangan.
Lampu memiliki banyak kegunaan, selain sebagai penerangan, dia juga sebagai penghangat dan pengayom dikala hati resah. Dengan adanya lampu, aku harap aku akan lebih semangat dan tersenyum setiap melangkahkan kaki selangkah demi selangkah. Dikala aku merasa kedinginan, aku bisa mendekatkan diri ke lampu.

PETUNJUK JALAN
Ya...salah satu hal terpenting. Petunjuk.
KANAN , BARAT, TIMUR, SELATAN, dan lainnya.
aku butuh itu, agar aku tidak tersesat.

Inilah yang aku butuhkan, agar aku bisa melewati jalan yang aku pilih dengan percaya diri, tanpa harus berfikir dua kali untuk membanding-bandingkan antara jalan yang satu dengan yang lainnya. Bagiku, Kondisi fisik bagi sebuah jalan itu tidak masalah. Seterjal apapun jalan itu, selagi aku penasaran ingin melewatinya, aku pilih jalan itu, tapi dengan syarat, Yakinkan aku untuk melewatinya.


Sementara jalan yang lain ?

Ada alternatif 2 jalan lagi,
antara Jalan TOL dan Jalan Perkotaan.
Jalan TOL ini indah, bagus, nyaman,meyakinkan, selalu ada jika aku mulai tersesat, selalu ada ketika aku tidak tahu harus ke arah mana. Teman-temanku menyarankan aku untuk memilih jalan TOL ini, .
Ada rasa Penasaran, tapi sedikit. Tidak sepenasaran ketika aku ingin melewati Jalur Utama itu.

Sedangkan jalan perkotaan,
Jalan ini ramai, asyik, Lucu karena disepanjang jalan dipenuhi oleh berbagai hiburan yang menyegarkan mata. Akan tetapi, aku dan Jalan perkotaan ini memiliki suatu perbedaan yang signifikan dalam kehidupan.
Jalan perkotaan ini juga sama, selalu saja bersedia menjadi jalan alternatifku, walaupun jalan ini tahu kita berbeda.


Aku harus bagaimana Ya Allah ?
Jika memang jalan utama harus kulewati, tolong sampaikan padanya, untuk meyakinkan hatiku agar mau melewatinya.
Jika aku harus memilih Jalan TOL, tolong . . . ikhlaskan saya untuk melepaskan jalan utama.
Saya tau Ya Rabb, Jalan perkotaan ini hanya pantas dijadikan teman, apabila harus lebih, tolong berikan dia hidayah agar segera merubah perbedaan itu.


Read More >>