Kamis, 16 Agustus 2012

Revisi Komitmen

Malam itu,
kita sepakat untuk bisa saling memperbaiki.
Jujur saja,
rasa sayang ini benar-benar tidak bisa kutekan bahkan kualihkan!


Tidak ada salahnya berubah..
berubah untuk yang lebih baik
apalagi untuk memperkuat hubungan


Aku tak mempermasalahkan jarak lagi,
tak mengungkit masa lalumu lagi..
karena aku tau, 
posisiku sekarang lebih tinggi dari mereka.


aku suka mimpi..
bermimpi bersamamu selamanya...
tidak peduli rintangan yang akan selalu hadir menghadang kita.
Karena cukup satu yang aku butuhkan sebagai penguat, Kamu.


Aku harap, pilihan yang kita ambil untuk selalu bersama tidak salah.
Semoga tidak salah, tidak ada yang merasa bersalah, dan tidak ada yang dipersalahkan.
Karena hubungan kita ini benar dan berlandaskan cinta.


Aku ingin, kita sama-sama bertahan.
saling menguatkan satu sama lain.
dan yang memisahkan kita bukan orang ketiga, jarak, orang keempat, dll..
aku ingin...suatu saat nanti, yang memisahkan kita hanyalah waktu





Read More >>

Sabtu, 11 Agustus 2012

Analogi Aku dan Kamu #Part 1

Tuhan.. Takdirmu sungguh Agung
Anggaplah  ini Pungguk
Dan bulan di atas Sana
Si Pungguk yang menginginkan Bulan
Si bulan yang menyayangi Pungguk
Akan tetapi mereka tidak bisa bersama,
Apa belum bisa, Tuhan ?
Pungguk dan Bulan dijauhkan oleh langit.
Pungguk dan bulan didera Angin.
Pungguk dan Bulan sama-sama dikendalikan oleh Matahari.
Pungguk takut dengan Matahari
Bulan tak bisa bersinar tanpa Matahari


Wahai Tuhan,
Suratan apakah ini yang Engkau buat?
Ketika dulu, bulan masih menjadi pungguk
Tapi mengapa tak kau persatukan kala itu?
Apa memang pungguk itu tak pantas berpasangan dengannya?

Jika memang, mereka tetap tidak bisa dipersatukan
Berikan akhir yang indah untuk mereka Tuhan

Read More >>

Sabtu, 21 Juli 2012

Peran Dia -Orang Ketiga Serba Tidak Tahu- #Part 2

Hei kamu...
Ada beberapa pertanyaan yang ingin kulontarkan ke kamu...Ada apa ? Kenapa? Mengapa ?
Kaget sedikit, sempat terbesit rasa bersalah sedikit, kasihan sedikit, senang pun secuil.
Kamu ada apa ? Ada masalah apa ?
Apa gara-gara aku yang mulai hadir dalam benakmu
"Maaf sayang.."
Iya , aku memanggilmu sayang.. Kata-kata yang sudah kusimpan selama 3 tahun yang lalu, dan aku ucapkan ketika aku menulis blog ini.
Kata sayang yang menurutku sakral, karena saat sekarang kata itu untuk orang lain tetapi apa salahnya ? kamu juga pernah kok aku panggil itu.
Maaf ya, harusnya aku tidak hadir lagi didepanmu, kemudian membuatmu bimbang dan malah menimbulkan konflik dalam dirimu. Bukan maksudku...itu bukan inginku seperti itu...
Inginku adalah kita bersama, sebagai seorang sahabat yang saling menyayangi antara satu dan lainnyaa. Walaupun masing-masing dari kita sudah ada yang lain. Tetaplah menjadi "Kamu" yang pernah ada untukku sebagai sahabat.
Dengan kamu yang seperti itu, aku benar-benar menjadi diriku sendiri...
Get well soon buat Kamu...
Kamu yang pernah ada dihatiku.





Read More >>

Selasa, 17 Juli 2012

Peran Dia -Orang Ketiga Serba Tidak Tahu- #Part 1

Sepatu lusuhku yang pernah kusayangi...
maaf apabila pada saat acara tadi aku mulai membersihkan dan memakaimu lagi,
karena memang aku tidak bawa apa-apa dari sana, Semarang. Aku tidak membawa sepatu yang kuandalkan, sebab kutinggal disana.
Dan kamu tau,
Kamu ternyata masih seperti yang dulu, yang pernah aku pakai setiap hari.
Janganlah kamu merasa habis manis sepah dibuang atau dimanfaatkan atau apalah itu namanya.
Plis, jangan berfikiran seperti itu terhadapku. karena aku tau, kamu lah yang paling mengerti aku dibandingkan dengan diriku sendiri. Dan ketika tadi aku memakaimu, kemudian mengingat akan semua kenangan tentang kamu dan aku. Hanya kita berdua.
Seketika timbul rasa bersalahku ke kamu. yang pernah aku sia-siakan. yang pernah kutelantarkan dari panasnya sinar matahari, dari dinginnya musim penghujan.
Aku bersalah.
Aku bersaah...
Kesetiaanmu kubalaskan dengan kesia-siaan.
Kamu yang pernah menjadikanku merasa wanita paling cantik sedunia karena memakaimu. Kamu yang selalu menganggapku bahwa akulah yang terbaik dari yg terbaik.
Dan dulu aku tidak mengerti, TIDAK TAU dan pura-pura tidak tahu menahu.
Dulu aku sering merasa ini paksaan. Karena kamu bukan yang aku sukai.Meskipun kamu bukan yang aku suka, tetapi kamu lah yang terbaik.
Bukan maksudku membanding-bandingkan dengan sepatu yang kumiliki sekarang.
Sepatu nan imut menurutku, apabila aku yang memakainya.
Inilah pilihanku. Aku yang sudah mengincar dia sejak 3 tahun yang llalu. dan aku menabung sedikit demi sedikit untuk mendapatkan dia. Dan hasilnya, I GET IT. Aku dapatkan dia dengan jerih payahku sendiri. Tetapi kamu tau, wahai sepatu lamaku...
sepatu baruku itu rapuh. Dia tidak bisa membuatku nyaman senyaman aku memakaimu. Kadang aku merasa minder dengan dia, karena dia terlalu bagus untukku. Dia memang bagus, dia mahal. Ituah mengapa aku suka sama dia. Dari sini ternyata membuatku sadar akan satu hal, tidak semua yang kita inginkan itu yang terbaik buat kita.
Sepatu lamaku,
tolong maafkan kekhilafanku dulu...
maaf...
tolong, dokan aku...agar kutukan ini segera berakhir...karena aku sayang dengan sepatu baruku ini...




AKu    yang kalut ,
melihat sepatu lamaku telah dimiliki orang lain...
aku
Aprianita
:'(
Read More >>

Selasa, 10 Juli 2012

Hanya Rentetan Tulisan Tak Berharga #FOR A


Dear Kamu...
Kamu selalu hadir dalam hari-hariku, begitu juga dengan bayanganmu.
Seolah memenuhi ruang kepala dan dadaku menjadi sesak hanya karena membayangkan Kamu.

Kamu itu...
Entahlah,
aku sudah berusaha mengedit sedikit demi sedikit kenangan kamu..tapi tetap saja,
Potongan-potongan tersebut bagaikan puzzle yang teracak-acak, dan kemudian terpasang satu per satu hanya dengan membayangkan senyum kamu..

Hei Kamu...
Pernahkah kamu memikirkanku sebentar saja? Tidak...sedetik saja..
Apakah kamu masih ingat aku ?
Aku yang selalu menebarkan senyum manis di depanmu, aku yang selalu ingin tahu kabarmu, aku yang selalu bertindak bodoh didepanmu...aku yang fikirannya teracuni olehmu...
Aku yang...
Ahh...sebenarnya aku malu mengungkapkan ini,
Aku yang mencintaimu...

Iya Kamu,
Kamu yang disana...
Kamu yang dihalangi dan terhalangi oleh JARAK olehku...
Aku sayang kamu
Read More >>

Senin, 16 April 2012

ULTAHku DI UMUR 21 Tahun.. 14 April 2012

Jumat pagi, 13.04.2012




Aku pusing, tuntutan orang tua ingin aku ngadain syukuran. Tapi pasti juga banyak merepotkan teman-teman terdekatku.duh.
Setelah kuliah pagi, kuutarakan maksud dari orang tuaku itu ke teman-teman terdekatku, si Rani, Novi, Virqi, dan Mia. Ternyata hasilnya kontroversial, ada yang setuju, tapi juga ada yang memiliki ide lain. Hmm... but life must go on..haha


Sabtu Pagi, 14.04.2012


How a wonderful day !
21 years old ...
Hari lahirku, hari kebahagiaan orang tuaku, hari perjuangan mamiku dalam melahirkan aku didunia yang indah ini, Hari Papahku deg-degan mendapatkan anak pertama, hehe..


tepat 00.00 WIB,

Make a Hope, menjadi tradisi dalam menjalani pergantian umurku, karena begitu banyak hadiah dan begitu banyak cobaan yang telah kulalui selama aku berumur 20 tahun ini. dan terimakasihku yang pertama dan utama buat Tuhanku Allah SWT. yang telah memberikan "nano-nano" dalam hidupku, sehingga aku bisa menjadi lebih lebih dan lebih dewasa dalam menyikapinya.

 si Mbak Pesekku Dyah sms memberikan ucapan. Thanks yaahh... setelah itu, beruntun sms dan telpon dari teman-teman yang mungkin terlalu banyak hingga aku kebingungan dan lupa mana yang sudah tak bales dan mana yang belom. But, thanks ^_^


00.36 WIB

Kakak Nelpon yang saat itu aku memang sedang memikirkannya hehe. Apa pernah aku sedetik saja berhenti memikirkannya ? -____-
Seperti mimpi, my dream come true lah istilahnya. Kakak nelpon sih biasa, tetapi kakak nelpon dengan mengucapkan selama ulang tahun itu baru luar biassaaa... Karena sejujurnya, aku memimpikan hal itu dari 3 tahun yang lalu, tepatnya ketika aku berumur 19 tahun dan 20 tahun. Bahkan lebih dari anganku, karena dulu aku hanya berharap mendapatkan sms atau wall saja dari kakak sudah melambung banget. Tapi tidak pernah ada tuh T.T.

Thanks kakak, menjadi orang pertama lewat telpon yang mengucapkan selamat buatku.
Insya allah, I will waiting you come back.





Kuangkatlah secara sepihak, Event Organizer dalam acara syukuranku si Bundah Novi dan ditemani dengan sejuta konsep-konsepnya.
 Setelah kita menyatukan ide, akhirnya belanja keperluan dengan dia, Rani, dan Bina.  Ini itu ini itu...Mumet...capek...
bersih-bersih basecamp juga...
Dan akhirnyaaaaa,

19.30 WIB 

Acara dimulai, semacam syukuran kecil-kecilan dengan suguhan yang amat sangat biasa saja. tapi, tetap tidak mengurangi kekhidmatan teman-teman dalam mendoakanku agar menjadi yang lebih baik lagi.
Dalam acara ini, yang bisa kuundang hanya anak-anak kos, Teman-teman terdekatku. Maaf ya buat yang lain, bukan maksud pilih-pilih atau bagaimana. Pertama, acara ini diselenggarakan secara dadakan, jadi dengan persiapan seminimal mungkin agar menjadi acara yang optimal itu sangat amat menguras tenagaku, hingga aku lupa siapa saja yang harus diundang. Kedua, tempatnya. Aku mengadakan acara ini saja pinjam Bascamp anak-anak. Tidak mungkinlah jika dikosku, kalian tau sendiri bagaimana situasi dan kondisi kosku. agar amanah dari orang tuaku bisa kulaksanakan,  jadilah acara kecil-kecilan seperti kemarin itu.
Terimakasih kepada  Saudaraku Majid yang telah mengemas acara ultahku dengan seapik mungkin, dan telah menorehkan kesan di hati teman-teman undangan yang berjumlah sekitar 30 orang.


Acara puncaknya,

tiup lilin.
Hal yang paling aku suka ketika lampu dimatikan, kemudian diiringi musik khas kontrakan dan saat itu aku melakukan Make A Hope.

Aku ditemani harapan, serta impianku  untuk kedepannya aku panjatkan dalam moment ini.



Sekumpulan anak2 BC  (Aji, ALvi, dll) yang menyumbangkan lagunya untukku, terimakasih..


Ternyata si EO, mengadakan acara buka-bukaan semua tentang HENY.
dari sanalah, teman-temanku mengungkapakan semua uneg-unegnya kepada diriku. Sebenarnya sudah sudah sering aku dengarkan sih, tetapi disini lebih dikonsumsi untuk umum, untuk mengenal lebih dekat tentang sosokku.
Ada yang comment: Cerewet, Galauan, Rempong, Pelupa, Panikan, Dewasa, Motivator,cantik, hehe (aku sendiri yang ngoment)...
Terimakasih atas masukannya, insya allah saya akan berusaha memperbaiki diri saya untuk menjadi yang lebih baik lagi.
JeanTitinMbak AdaniAcongTiar berkomentar

Teman-temanku,


dan acara kecil-kecilan ini.....
alhamdulillah bisa terselenggara dengan baik....dengan doa yang bak-baik...

Di akhir acara, sebenarnya amat sangat tidak terencana, tindakan anarki yang dilakukan teman-temanku. :'(
Penepungan, penyeplokan telor, Penarikan, Pengikatan , Penyemprotan air, dan lain-lainnya. 
Make me Like a "GEMBEL"


but thanks, for all....
i can't forget it,.and always remember it, my birthday when I am 21 years old...14.04.2012
matursuwun arek-arek...


Read More >>

Kamis, 22 Maret 2012

I LOVE UNDIP AND I PROUD

22 Maret 2012,
Rabu pagi nan cerah

saya diantarkan oleh saudara saya untuk mengantarkan sampel penelitian untuk proyek saya di LPPT UGM. 
Ketika sampai diwilayah UGM, sengaja saya menyuruh saudaraa  untuk meninggalkan saya, karena benar-benar pada moment itu saya ingin menikmati kesendirian dan merasakan independent yang saat sekarang jarang saya dapatkan. 
Saya berjalan kaki, menyelusuri setapak nan berkelok di sekitar perempatan dekat dengan LPPT. di sebrang jalan, saya menemukan Fakultas Perikanan UGM, Great !
Sekilas saya melihat sekumpulan orang yang sedang membuat kolam ikan entah itu difungsikan apa, yang jelas melihat panjang dan lebar kolam tersebut tidak begitu besar. Ada beberapa petakan kolam sepertinya yang akan difungsikan. Saat itu, pemikiran saya langsung me link ke Universitas saya, UNDIP. Ada perasaan iri begitu melihat pembangunan UGM yang merata dan tidak terkesan pilih-pilih fakultas. dan saat itu juga, saya langsung membayangkan 2 tahun yang lalu.
2 tahun yang lalu, saya sempat terjatuh dan pesimis akan masa depan saya setelah menerima kenyataaan bahwa saya tidak diterima di UGM, universitas impian saya waktu SMA. Incaran saya saat itu adalah Farmasi dan Gizi UGM. Entah kenapa, saya begitu menyukai pelajaran Kimia, sehingga mempertimbangkan kemampuan itu, saya ingin mengambil jurusan yang banyak menemui kimia. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Sepertinya sudah dibimbing untuk meneruskan masa depan saya di Teknologi Hasil Perikanan (THP) UNDIP. Padahal, waktu pendaftaran UM secara online yang saya lakukan dengan ayah saya, terkesan asal-asalan mengisi jurusan dengan tujuan hanya ingin coba-coba karena saya tidak ada niatan untuk kuliah di Semarang. Waktu mengisi dana sumbangan (SPMP) saya isi dengan angka nominal hanya 2 juta, Ya..hanya 2 juta. Itupun Ayah saya menyarankan untuk melebihkan angka , takut bila anaknya ini tidak diterima dan tidak memiliki pegangan tempat kuliah. Entah itu firasat atau apa, saya ngeyel ke ayah saya. Berikut ini adalah ucapan saya waktu itu : "Alah Pak, barang perikanan ae kok ..."
SAYA MEREMEHKAN !
lagi-lagi saya bayak mengambil pelajaran bahwa selalu jaga ucapan kita, jaga mulut kita, karena ucapan itu ibarat bumerang, sewaktu-waktu bsa berbalik ke diri kita. Dan setelah saya tidak mendapatkan UGM, akhirnya dengan perasaan terpaksa saya melanjutkan kuliah saya di THP UNDIP. Bisa dikatakan saya itu sombong, tapi sombong terhadap diri saya sendiri. Kekecewaan terhadap farmasi UGM, saya lampiaskan dengan sebuah kata-kata yang saya lontarkan saat itu, "Suatu saat saya akan menjadi Pembicara di Farmasi UGM, UGM yang mencari saya". Selang beberapa waktu, setelah saya memantapkan hati, meminta restu kepada Ayah dan Ibu saya, dan terspesial untuk Tuhan saya Allah SWT. saat itu saya sudah MADEP, MANTEP. dan saat itu pula, cemooh tetangga kanan kiri bahkan Saudara saya mulai saya dengarkan. 
Apa kata mereka ? "Alah..kuliah kok nek perikanan ! ga usah kuliah mending mancing nek tambak dewe".  Mendengar kata-kata mereka itu, saya hanya tersenyum pait, tapi saya tetap tegar. Argh, lagi-lagi bumerang dari ucapan saya sewaktu mendaftarrkan diri di UNDIP.  Akan tetapi saat itu, Saya beranggapaan bahwa Kesuksesan orang itu tidak hanya di satu Jalan, banyak jalan menuju Kesuksesan. Tidak hanya Seorang  LULUSAN DOKTER pun yang bisa Sukses, Lulusan S.Pi juga bisa meraih Lebih banyak kesuksesan.
Hal pertama kali, yang saya yakinkan adalah orang tua saya dan keluarga saya. Saya belajar, saya banyak mengikuti organisasi, dan saya aktif di kampus. Hobi saya memang menulis dan membaca, itu sudah dari jaman saya kecil, saya sering meminjam buku perpus SD saya hingga menumpuk satu lemari di rumah saya. Jadi, saya memang tidak begitu mengalami kesulitan saat saya dibimbing oleh senior saya Dita Tri Hapsari dan Achid Furqon Ach untuk mengerjakan Karya ilmiah. Thanks to all! tanpa kalian apalaah saya.
Dan saya memiliki visi dan misi sekarang ini, melalui tulisn-tulisan yang saya buat, saya ingin mengangkat akreditas THP menjadi A. Membawa nama THP di nasional, bahkan jika ada kesempatan di Internasional, Saya ingin meningkatkan kualitas UNDIP dengan dimulai dari diri saya, Saya ingin mendukung UNDIP menuju UNIVERSITAS RISET, Saya ingin membuktikan dibalik keterbatasan yang saya miliki saya bisa bersinar,  Saya ingin Masyarakat membuka matanya untuk tidak meremehkan PERIKANAN, Saya ingin membuktikan kepada Masyarakat bahwa Perikanan adalah jurusan Bermasa depan cerah atau pengganti Kedokteran nantinya, Saya ingin...Saya Ingin....banyak lagi yang lainnya.
 Dan sekarang, saya memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Akan tetapi dibalik keindahan itu semua, sebenarnya berpuluh-puluh penolakan saya terima. Ditolak sana, tidak tembus sini sudah menjadi santap makan saya. jika ditanya bagaimana reaksi saya, saya jawab : Saya sempat jatuh, tapi saya Bangkit lagi.
Itu Karena saya Kuliah di UNDIP, saya menuntut ilmu di FPIK UNDIP, saya mendapat kesempatan meraih itu semua ya di Perikanan UNDIP, Saya menjadi Co. Asst karena saya kuliah di UNDIP,saya mendapatkan Beasiswa BUMN yang siap mendanai saya hingga LULUS ya berkat THP UNDIP, saya menemui banyak dosen hebat ya di THP UNDIP, saya berkenalan dengan banyak orang HEBAT (Teman-teman sekelas saya THP 2009) ya hanya di THP UNDIP, banyak manfaat yang saya terima...
dan Allah menjawab pertanyaan saya dengan beribu jalan. Dan saya terima itu semua Ya Rabb, terima kasih telah menunjukkan masa depan terindah saya. Saya tidak akan iri lagi dengan UGM, karena saya senang kuliah di UNDIP. Saya tau, UNDIP Sekarang sedang berkembang, sedang membangun dirinya untuk setegak UGM, UNDIP sedang dalam proses membangun dirinya. Dari keterbatasan UNDIP sekarang ini, saya bisa mengambil hikmah bahwa dengan begitu saya tidak manja, dan membuat saya untuk selalu berjuang.

Terimakasih Allah
Terimakasih Ayah, IBu, dan Adek
Terimakasih UNDIP,
Terimakasih BUMN,
Terimakasih THP
Terimakasih kepada semua pihak yang mendukung saya untuk setegar karang


Read More >>