Jumat, 15 November 2013

More Than World

Penantianku selama 2 tahun ini....

Terealisasikan,
dan dia adalah Anugerah :)

6 November 2013- 14 November 2013.

Sore di langit Semarang,
dari kejauhan aku melihat sosok yang sangat ingin aku temui dua tahun belakangan ini. Cowok berjaket cokelat tua dengan muka kecapekan tapi tetap tidak menghilangkan essensinya untuk aku cintai. Dia adalah Cinta. Dia yang telah membuktikan janjinya. Dia yang telah mengorbankan waktunya untuk  sekedar menemuiku. Bagaimana bisa aku memarahinya ?
Beberapa menit yang lalu, sengaja aku diamkan untuk aku amati dari kejauhan. Sambil terus bertanya kepada Tuhan apa aku bermimpi ataukah aku berhayal? karena keseringan berimaginasi membayangkan dia datang.
Lalu aku mendengar suara itu, memanggilku...
Memanggil namaku :')
Suaranya tidak berubah.
Dia juga tidak berubah.
Dan perasaanku juga tidak berubah. Sehingga tidak ada yang berubah. Semuanya sama.

Spontanitas, aku melupakan jarak yang selama ini aku persalahkan.

Saat itulah,
aku merasakan kehadirannya yang benar-benar NYATA dan kasihnya yang ADA.

Aku benar-benar dibuat gila olehnya. Dia seolah bagaikan candu yang apabila tidak bertemu semenitpun aku bisa meracau tak jelas.

Mungkin sekarang semua waktu yang teah aku lakukan dengannya menjadi kenangan,
tapi tidak akan terlupakan.

Jogja-Semarang.
Aku merasakan kehangatan tanganmu,
Ketenanganmu,
bahumu yang bidang untuk ku bersandar.

Karena sebenarnya tanpa kamu aku hilang.


Jangan sakit apabila nanti kita dipisahkan Tuhan terlalu jauh :')
Jangan mengeluh jika kita tidak bisa sekedar saling bersentuhan.

cukup yakinkan hatimu, aku mencintaimu.

Kita berpisah, untuk dipertemukan di moment yang terbaik :)
sabarlah sayang,
kita sama-sama menunggu, waktu yang tepat itu.


Read More >>

Senin, 17 Juni 2013

Aku dan SAHABAT

Ketika aku memilah-milah sebuah kata yang cocok untuk mewakili ini semua, ada kebingungan. sedikit kerancuan
dia itu sayang.
sayang yang tidak bisa dilebihkan.
Cinta yang berbeda bila diperumpamakan dengan cintanya adam dan hawa.
hampir seperti,
saudara.
Bisa kan?
saudara yang tidak tau darah mengalirnya dari siapa bisa disebut saudara.

Banyak pertentangan.
tapi toh kita tidak dirugikan? bahkan kita nyaman.
Berbeda jenis bukan berarti tidak bisa berteman kan?

Ada banyak sekali alasan kenapa aku selalu "bergantung" kepadanya.
Dia, pernah menjadikanku sebuah alasan, bahwa aku harus meneruskan sebuah kehidupan.
dikala orang terdekatku sekalipun, tidak bisa aku percaya. Hanya Dia yang memberikan pancaran sinar kehangatan untuk kuyakini.
Ketika aku meragukan "KeTuhanan" bahkan begitu besar andilnya dia dalam prosesku menuju kedewasaan.

sekarang, mau apa?
yang aku mau, mengucapkan kepadanya "terimakasih" yang tidak bisa kuhitung jumlahnya.
yang kuinginkan, memberikan apa yang dia inginkan, semua yang dia inginkan.
dan dia kembali tersenyum kepadaku.

Teman,
persahabatan kita semoga tak lekang oleh waktu...

teruntuk Nurul Muchlis Bakhtiar, salah satu teman terbaikku.


Read More >>

Rabu, 05 Juni 2013

Parodi Berair mata

ada parodi kacangan yang diperankan oleh dua insan biasa yang jauh dari kata sempurna. anak adam dan hawa itu saling terpisahkan. saling mngaggumi. bahkan saling mencintai. tapi apa kata dan daya, semua itu terasa tak berharga ketika dikalahkan oleh suratan Yang Maha Kuasa. Entahlah, aku juga tidak habis fikir akan suratan tersebut,  karena aku juga hanya  manusia biasa, fikiranku penuh dengan keterbatasan. Dan aku juga tak bisa menjamin, jika suatu hari nanti dua insan tersebut ternyata telah dijodohkan oleh Tuhan dengan  pasangan masing-masing. dan semua ini, hanya akan menjadi sebuah memori kecil yang indah dan tersimpan rapih di hati masing-masing. ah.. parodi ini, akhirnya menjadi lelucon bagi setiap manusia yang mengerti, dan menjadi tangis bagi yang merasakan.
Read More >>

Kamis, 28 Maret 2013

A Big Mistakes

Ceritamu ceritaku hampir sama, yang membedakan versi dan cara penyampaian kita yang berbeda. Seperti yang kuceritakan sebelum-sebelumnya, kamu yang tidak banyak cerita. Paling juga jika ada yang tanya tentang KITA kamua akan menjawab seperlunya apa yang mesti dijawab. Berbeda dengan aku. Aku yang dari awal hingga akhir akan menceritakan tentang KITA apabila ada yang bertanya tentang KITA.

Seminggu sebelum kepergianku Ke Pulau Dewata.

Kita masih saling bertukar pendapat. Kamu yang masih suka mencemooh gaya bicaraku. Aku yang suka membully tentangmu. begitulah intinya percakapan kita sebelum aku pergi ke pulau Dewata. Hingga malam itu, aku meminta kejelasan. Dan itulah yang terbaik yang harusnya aku lakukan dari jauh-jauh hari, bahkan menurutku aku sudah terlambat mempertanyakan KITA disaat kamu sudah terbiasa menjadi KAMU.
Sudahlah, aku sudah bosan mempermasalahkan jarak, signal dan semuanya. Aku bosan. Tapi ada satu hal yang tidak pernah aku mengerti sampai sekarang. Aku tidak pernah bosan untuk menunggumu, kembali.
Tragis, iya kadang aku juga menertawakan ketololanku ini. Dan bahkan aku meyakinkan teman-temanku semoga tidak mendpatkan nasib cinta yang penuh dengan drama signal jarak ini.

Walaupun kita tidak saling bicara mengenai semua ini. Tapi kenapa dalam hati kecil ini ada sebuah keyakinan, "Kamu begini karena kamu ingin mengejar kariermu, ingin meraih masa depanmu, membanggakan orangtuamu"
dan kamu menghindariku  supaya aku bisa mandiri tanpa sebentar-sebentar mengadu di kamu. Kamu mengindahkanku agar aku lebih tegar dan kuat jika seandainya kita nanti dijauhkan. Kamu meninggalkanku agar aku fokus ke Tugas akhirku, .. dan suatu saat kamu akan kembali. Entah itu kapan.




Read More >>

Rabu, 05 Desember 2012

Kita -Sepasang Penjelajah Dunia Semu-

Dalam dunia Semu,
Tak ada hukum alam, tak ada undang undang, tak ada Hak dan Kewajiban..
Yang ada hanya Aku dan Dia...


Dia,
selama ini sosoknya memang tak dapat dijangkau oleh cermin.
Ibarat Hantu yang akan ketakutan apabila melihat wajahnya di cermin, lalu dia akan berlari tunggang langgang.
Aku..
lagi lagi aku selalu terperangkap oleh situasi yang seperti itu.
Akankah ada makna dibalik situasi ini ? karena sampai sekarang, makna ataupun optional dari keadaan ini belum bisa tercerna dalam otakku.


Semu bertemakan bayang bayang.
Bayang bayang bernuansa magis.
Tak apa magis, asal aku dan dia bisa saling merasakan.
Awalnya, kita hanya bermain-main dan mencoba. Kita seperti terlena dan lupa akan kenyataan karena dunia semu itu memang Indah!
Sangat Indah!

Namanya juga Semu,
Seindah-indahnya semu tetap kalah dengaan kenyataan.
 Lama-lama kita terperangkap dan kemudian kita tak tau harus diawali dari mana untuk keluar.
Runut punya runut, sambil berjalan mundur, akhirnya kita menemukan jalan pulang. Dan sebagai konsekuensinya, kita pulang tapi kita terpisahkan.

Dia...
Aku tak tahu bagaimana upayanya agar bisa keluar dari semu.
Ah, seandainya aku dan dia di kenyataan, pasti aku bisa melihatnya..dan tentunya antara aku dan dia akan kekal.
Namanya juga semu,
dunia semu tidak akan memperlihatkan kesusahan orang...
padahal dibalik kesusahan tersebut ada arti dalam sebuah peluh.
Peluh akan dihargai dengan sejuta Luh *Air mata.
Luh hanya ada di dunia Kenyataan.

Aku,
aku berjuang semampuku untuk meninggalkan dunia semu ini.
Walau kadang aku masih sering menengok jalan kebelakang, maksudnya aku masih enggan pulang.
Tetapi,
Aku dan dia yang sudah melupakan tugas sebagai Kholifah di Bumi
pantas saja mendapatkan hukuman.
berupa perpisahan.

Mungkin dia sekarang telah menemukan jalan keluar. Dan aku sekarang baru setengah di jalan keluar.

Tetapi sekarang,
aku sadar..
cintaku untuknya kenyataan.
Cintaku untuknya real.

sampai jumpa, kamu di dunia kenyataan.
Aku menunggumu...







Read More >>

Sabtu, 17 November 2012

Cabang dari KITA yaitu AKU dan Kamu

Dear Jarak...
Tega sekali kamu, menceraikan KITA sehingga menjadi Aku dan Dia.
Sudahlah, tak perlu lagi kujelaskan berapa puluh liter air mata yang kukeluarkan hanya untuk mengelu-elukan kamu, Jarak!
Apa menurutmu, tak pantaskah Kita tetap menjadi Kita?


Kamu bukan benda bernyawa, tak pojokkan pun kamu tidak akan mengerti dan menyesali semuanya yang kamu lakukan kepada Kita.

Hanya saja,
Kita yang diberikan Fitrah untuk saling menyayangi merasa terlalu berat beban yang harus kita bawa.
Bisakah diperingan sedikit dengan cara didekatkan jaraknya?? Tuhan???

Tuhan,
aku hanya ingin bertemu dia..untuk memastikan fitrah yang Engkau titipkan kepada Kita...

Read More >>

Senin, 12 November 2012

Ketika Mata Hati Mulai Terbuka


Membuka hati


Tidak semudah membuka telapak tangan
Membuka hati tidak segampang mencari-cari kesalahan orang

Membuka hati perlu waktu dan pembuktian

Waktu untuk merubah sikap menjadi lebih baik bagi Sang Adam.

Selanjutnya,

Seandainya...seandainya... Ah, sudah hilang kata Seandainya.
Adanya sekarang hanyalah Seharusnya dan Selanjutnya.

Mungkin aku dan dia bukanlah yang terbaik.
Mungkin aku baik dia tidak baik, ataupun sebaliknya.

Sehingga Tuhan tidak mempersatukan kita.

Atau mungkin,
jika sudah waktunya nanti kita menjadi insan terbaik, ..

Tuhanlah yang Maha Tau,
Tuhanlah yang merencanakan

Aku dan dia hanyalah wayang kehidupan.

Senin malam,  12 November 2012
@Kosan lantai 3



Aprianita

Read More >>